Sabtu, 17 November 2018

'Matahari Buatan' Sepanas 100 Juta Berhasil Diciptakan Ilmuwan Asal China


'Matahari Buatan' Sepanas 100 Juta Berhasil Diciptakan Ilmuwan Asal China - Para ilmuwan nuklir China telah berhasil mencapai titik penting dalam bisnis global untuk membuahkan kekuatan dari sistem fusi nuklir, sistem yang umumnya terjadi dari matahari.

Matahari buatan China

Tim ilmuwan dari Institut Fisika Plasma China mengumumkan minggu ini bahwa plasma dalam proyek penelitian bernama Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) yang disebut matahari buatan telah mencapai 100 juta derajat Celcius, suhu yang diperlukan untuk menjaga fusi.

Sebagai perbandingan, suhu di lebih kurang matahari adalah lebih kurang 15 juta derajat Celcius, agar plasma di \'matahari buatan\' China ini enam kali lebih panas dari matahari sebenarnya.

Pernyataan ini muncul sehabis China terhitung mengejutkan komunitas sains dikala bulan selanjutnya memiliki rencana meluncurkan bulan buatan yang mampu mengambil alih lampu jalanan di tahun 2020.

A moon, which replaces the globe in a light globe, hangs over Chengdu's cityscape. Photo: Ilmuwan China memiliki rencana mengirim tiga bulan buatan ke angkasa dalam empat tahun mendatang. (ABC News: Graphic by Jarrod Fankhauser)

Kepada ABC, Associate Professor Matthew Hole dari Australian National University menjelaskan pencapaian China tersebut merupakan hal penting dalam pertumbuhan keilmuan fusi nuklir.

Ini pasti saja merupakan langka penting dalam program fusi nuklir China dan terhitung pertumbuhan penting bagi dunia.\' kata Dr Hole kepada ABC, dan beri tambahan pengembangan reaksot fusi nuklir mampu menjadi solusi bagi permasalahan kekuatan global.

"Manfaatnya sederhana, dikarenakan ini bakal menjadi sumber mengolah kekuatan dalam skala besar, bersama dengan emisi gas rumah kaca nol, dan tidak tersedia buangan radioaktif mirip sekali."

"Ini bakal beri tambahan solusi kekuatan global jikalau memang kami mampu menyimpan kekuatan tersebut."

Dia menjelaskan bahwa reaktor fusi nuklir mampu hindari resiko keamanan tentang bersama dengan reaktor fisi nuklir yang sementara ini banyak digunakan di dunia.

Reaktor fisi nuklir ini mampu diubah menjadi senjata yang mematikan dan terhitung mampu mengalami kebocoran dikarenakan bencana alam atau dikarenakan lainnya.

Baca Juga: Tikam Ibu Sang Kekasih Usai Lamaran Ditolak

Bagaimana China mampu membawa dampak Poker Online matahari buatan ini?

Apa yang dicapai China dalam tehnik fusi nuklir penting bagi pertumbuhan pengetahuan nuklir Photo: Apa yang dicapai China dalam tehnik fusi nuklir penting bagi pertumbuhan pengetahuan nuklir. (Supplied: Institute of Plasma Physics Chinese Academy of Sciences)

Saat ini bermacam pembangkit listrik tenaga nuklir di semua dunia gunakan tehnik fisi nuklir, di mana atom uranium dibelah menjadi anggota yang lebih kecil dan membuahkan kekuatan dari pemecahan tersebut.

Sementara itu reaksi fusi nuklir ditunaikan bersama dengan cara sebaliknya di mana dua atom atau lebih berhimpun menjadi satu.

Cara untuk mencapai fusi nuklir di bumi adalah gunakan apa yang disebut tokamak, sebuah alat yang digunakan untuk mengikuti sistem fusi nuklir yang terjadi secara alamiah di matahari dan bintang untuk membuahkan energi.

Reaktor EAST yang mampu membuahkan kekuatan 100 juta derajat Celcius tersebut tingginya 11 meter, bersama dengan diameter delapan meter, dan berat lebih kurang 360 ribu kg.

China's 'artificial sun' tokamak can reach 100 million degrees Celsius Video: China's 'artificial sun' tokamak can reach 100 million degrees Celsius (ABC News)

Tim peneliti China menjelaskan mereka berhasil mencapai suhu 100 juta derajat tersebut bersama dengan gunakan bermacam tehnik baru dalam pemanasan dan pengaturan plasma, tetapi hanya mampu menjaga suhu tersebut selama 10 detik.

Menurut Institut Fisika Plasma China, apa yang mereka jalankan perlihatkan bukti bahwa pencapaian suhu 100 juta derajat Celcius adalah hal yang mungkin.

Tidak ada komentar:
Write komentar