Minggu, 18 November 2018

Pangeran Arab Saudi di duga sebagai Otak Pembunuhan Jamal Khashoggi


Pangeran Arab Saudi di duga sebagai Otak Pembunuhan Jamal Khashoggi - CIA menyebut bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman sebagai otak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Sumber CIA menyatakan telah mendalami bukti-bukti yang telah ditemukan.

Arab Saudi membantah perihal itu dan bersikeras kecuali Putra Mahkota tidak menyadari menahu rencana pembunuhan tersebut.

Wakil Presiden AS, Mike Pence menyatakan kecuali dirinya bersumpah dapat menghendaki pertanggung jawaban bagi para pembunuh Khashoggi.

Ditemui di sela-sela pertemuan pada Sabtu (17/11/2018), Mike menyatakan kecuali dirinya bertekad untuk menghambat seluruh orang yang bertanggung jawab atas tewasnya Khashoggi.

Khashoggi dibunuh di Konsulat Arab Saudi yang berada di Istanbul, Turki pada 2 Oktober lalu.

Hingga kini jenazahnya belum ditemukan.

Turki menyebut kecuali pembunuhan selanjutnya berasal dari tingkat tertinggi.

The Washington Post, tempat Khashoggi bekerja, menyatakan penilaian CIA selanjutnya didasarkan pada panggilan telepon yang dibuat oleh saudara laki-laki sang Putra Mahkota, Pangeran Khaled bin Salman.

Pangeran Khaled bin Salman yang jadi Duta Besar Arab Saudi untuk AS dianggap memanggil Khashoggi untuk berjumpa bersama dengan saudaranya dan memberinya jaminan bahwa dia dapat safe pergi ke Konsulat.

Pangeran Khaled yang kala ini tengah berada di Arab Saudi menyatakan di akun Twitternya bahwa dia tidak pernah terjalin bersama dengan Khashoggi selama hampir satu tahun.

Dirinya juga mengaku kecuali tidak pernah menganjurkan Khashoggi untuk pergi ke Turki.

Baca Juga: Pria Di China Mabuk, Tidak Sadar Beli Burung Merak dan Babi Secara Online

Penyangkalan ini dikerjakan bersama dengan menyadari di media Arab Saudi.

Para agen CIA juga telah memeriksa panggilan yang dibuat untuk seorang pembantu senior Putra Mahkota bin Salman.

Sebelumnya, pada konferensi pers di Riyadh pada hari Kamis (15/11/2018), Wakil Jaksa Penuntut Umum Shalaan bin Rajih Shalaan menyatakan Khashoggi diberi suntikan mematikan dan tubuhnya dipotong-potong di di dalam konsulat.

Sebelas orang telah ditahan dan kelimanya dituntut oleh Jaksa bersama dengan hukuman mati.

Tidak ada komentar:
Write komentar